Site icon

Ukraina Akui Perang Telah Buntu

Ukraina mengakui perang dengan Rusia telah menemui kebuntuan. Ini juga menunjukkan Ukraina mengakui serangan balik mereka telah gagal.

Dalam penilaiannya yang jujur, Panglima Militer Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny mengatakan tidak ada terobosan indah yang bisa dicapai. Dan  untuk memecahkan kebuntuan ini diperlukan kemajuan dalam peperangan teknologi.

Zaluzhny mengatakan pasukannya terjebak dalam jalan buntu dengan Rusia di sepanjang garis depan. Hampir tidak tidak yang berubah meskipun terjadi pertempuran sengit selama berbulan-bulan. Dia juga meyakini tidak ada terobosan signifikan yang dapat dicapai dalam waktu dekat.

Ini adalah penilaian paling jujur ​​sejauh ini yang dilakukan oleh seorang pejabat terkemuka Ukraina mengenai serangan balasan militer yang terhenti.

Menurut Zaluzhny  sama seperti pada Perang Dunia Pertama,  perang ini telah mencapai tingkat teknologi yang membuat mereka menemui jalan buntu.   Zaluzhny juga mengatakan pasukan Rusia juga tidak mampu bergerak maju.

Dia menambahkan untuk memecahkan kebuntuan memerlukan kemajuan teknologi. Terutama untuk mencapai superioritas udara dan meningkatkan efektivitas tembakan artileri.  Jenderal tersebut mengatakan  teknologi modern dan senjata presisi di kedua belah pihak mencegah pasukan menerobos garis musuh. Termasuk  penggunaan drone secara besar-besaran, dan kemampuan untuk mengganggu drone. Dia menyerukan kemajuan dalam peperangan elektronik sebagai cara untuk memecahkan kebuntuan. Ukraina menurutnya  perlu memanfaatkan kekuatan yang tertanam dalam teknologi baru.

Zaluzhny juga  mengakui salah karena  meremehkan kesediaan Rusia untuk mengorbankan pasukannya demi mencegah terobosan dan memperpanjang perang.  Rusia, menurutnya,  telah kehilangan sedikitnya 150.000 tentaranya.

Di negara lain, korban seperti itu akan menghentikan perang. Tetapi ternyata tidak dengan Rusia. Angka yang dikatakan Zaluzhny tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pernyataannya ini disampaikan pada saat yang sangat sulit bagi Ukraina dalam perangnya selama 20 bulan melawan invasi  Rusia.

Senjata yang dipasok oleh Barat tidak memungkinkan Ukraina untuk menembus pertahanan Rusia. Dan  hanya ada sedikit senjata tersisa yang dapat membuat perbedaan. Kesediaan sekutu-sekutu Barat untuk mempertahankan dukungan bagi Ukraina juga sedang surut. Termasuk  dari  Amerika Serikat. Banyak anggota parlemen menolak keras untuk memberikan lebih banyak bantuan.

Simak informasi selengkapnya dalam tayangan berikut:

Exit mobile version