Inggris melarang penjualan kapal selam mini serta sejumlah teknologi pendukung ke Rusia setelah laporan intelijen baru muncul Moskow sedang meningkatkan upayanya untuk menargetkan komunikasi laut dalam yang menghubungkan Inggris, Amerika dan Eropa.
Sebagaimana dilaporkan The Sun aturan pelarangan tersebut dikeluarkan Departemen Perdagangan Internasional atau Department for International Trade (DIT) Inggris dengan alasan keamanan nasional.
Larangan ini membuat perusahaan Inggris dilarang keras mengekspor kapal bawah laut, peralatan, perangkat lunak atau teknologi untuk mereka ke Rusia.
Dalam pemberitahuannya pada Rabu 14 Agustus 2019 DIT memperingatkan bahwa pasukan Vladimir Putin sedang mengembangkan “kemampuan tertentu”, yang katanya mencakup kemampuan untuk melacak, mengakses dan mengganggu kabel komunikasi bawah laut.
“Kegiatan ini merupakan risiko bagi keamanan nasional kita dan kontrol baru dimaksudkan untuk mengurangi risiko ini,” kata pemberitahuan tersebut.
Kabel bawah laut sangat penting mengingat 97 persen data internasional ditransmisikan oleh kabel, serta US $ 10 triliun dalam transaksi keuangan harian. Panjang kabel mencapai ratusan ribu mil.
Para pemimpin militer NATO semakin khawatir tentang aktivitas kapal selam angkatan laut Rusia, yang secara teratur terlihat di beberapa bagian Samudra Atlantik tempat kabel telekomunikasi diletakkan.
Dikenal sebagai ‘kabel bawah laut’, ada 18 kabel komunikasi utama antara Eropa dan Amerika Serikat, dan 16 kabel antara Inggris dan daratan Eropa, dan 12 kabel antara Inggris dan Irlandia.
“Kami telah memperkenalkan kontrol ekspor baru yang memberi kami sarana hukum untuk mencegah ekspor peralatan yang dapat memberikan pemerintah Rusia kemampuan untuk mengakses, mengganggu atau merusak kabel komunikasi bawah laut,” kata juru bicara pemerintah Inggris.