Perusahaan pertahanan Inggris BAE Systems mengatakan telah memenangkan dana tambahan hingga US$575 juta atau sekitar Rp8 triliun dari Angkatan Darat Amerika untuk memulai produksi kendaraan lapis baja baru yang akan menggantikan kendaraan angkut personel M113 era Perang Vietnam.
Kendaraan baru, yang disebut Armored Multi-Purpose Vehicle (AMPV), ‘lebih bisa bertahan’ dengan kemampuan mobilitas semua medan, kata BAE.
Total dana untuk produksi awal kendaraan baru, termasuk dana yang sebelumnya diberikan untuk mendukung perencanaan produksi, berjumlah US$ 873 juta atau sekitar Rp12 triliun
“[Penghargaan baru] membawa tentara selangkah lebih dekat untuk mengerahkan kemampuan kritis ini untuk menyelesaikan misi mereka dan pulang dengan selamat,” kata Bill Sheehy, Direktur Program AMPV BAE Systems.

Baik M113 dan AMPV merupakan kendaraan tracked yang dibangun untuk menangani medan yang sulit. Kendaraan baru akan meningkat dalam hal mobilitas, lapis baja, satcom link, sistem pelacakan kekuatan, aplikasi misi komando dan teknologi jaringan canggih lainnya.
Berbekal senjata 50-cal AMPV dapat membawa enam penumpang dan dua awak , serta seorang tentara terluka dengan tandu. Kendaraan ini juga dapat menonaktifkan sinyal elektronik bom pinggir jalan dengan jammer elektronik.DUKE v3
Angkatan Darat berencana untuk membangun sekitar 3.000 kendaraan baru yang harganya sekitar US$ 1 juta sampai US$ 1,7 juta per AMPV.
Varian termasuk Medical Evacuation Vehicle, Mission Command Vehicle, Medical Treatment Vehicle, General Purpose Vehicle dan Mortar Carrier Vehicle.