Iran: 11 Kali Amerika Meminta Negosiasi, Kami Tolak Semua
Hassan Rouhani

Iran: 11 Kali Amerika Meminta Negosiasi, Kami Tolak Semua

Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim Amerika Serikat berusaha bernegosiasi dengan negaranya setidaknya 11 kali dalam dua tahun terakhir dan semua upaya itu dia tolak.

“Jika Anda pikir Amerika menang, ketahui hari ini Iran pemenangnya dan Trump telah dikalahkan,” kata Rouhani dalam komentar yang dikutip kantor berita Republic of Iran Broadcasting (IRIB) dan dikutip Reuters Rabu 5 Desember 2018.

Meningkatnya ketegangan antara kedua negara terjadi setelah Presiden Amerika Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada Mei lalu. Alasan Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut untuk menekan program misil dan pengaruh Iran di Timur Tengah.

“Tahun lalu Amerika meminta negosiasi delapan kali secara langsung dan tahun ini tiga kali secara tidak langsung yang mana tidak kami terima berdasarkan harga diri rakyat,” kata Rouhani.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tidak segera memberikan komentar tentang pernyataan Rouhani tersebut. Rouhani tidak memberitahu persoalan apa yang ingin dinegosiasikan Amerika.

Ia juga tidak menjelaskan apakah yang ia maksud dalam rentang dua tahun itu menggunakan kalender internasional atau Iran. Pada tahun ini, kalender Iran dimulai pada Maret.

Pada Juli, Trump mengatakan ia ingin bertemu dengan Rouhani tanpa syarat untuk membicarakan bagaimana mereka bisa memperbaiki hubungan kedua negara. Hal itu terutama setelah ia menarik Amerika dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang saat itu mencabut sanksi ekonomi Iran. “Jika mereka mau bertemu, saya akan temui,” kata Trump.

Pejabat senior dan komandan militer menolak penawaran Trump tersebut. Mereka mengatakan penawaran itu tidak ada artinya. Hal itu karena kata-kata Trump berkontradiksi dengan perbuatannya yang memberlakukan kembali sanksi ekonomi ke Iran.