Rusia segera mengembangkan kapal selam baru yang diklaim akan lebih senyap dibandingkan kelas Kilo yang dikenal sebagai Black Hole karena sulitnya terdeteksi.
Kapal baru ini bahkan memiliki kelebihan lain dibandingkan Kilo karena bertenaga nuklir hingga memiliki jangkauan lebih jauh dibandingkan Kilo yang menggunakan kekuatan diesel listrik.
Konsep kapal selam baru ini telah diterima dan konstruksinya akan dimulai pada 2018, dengan unit terakhir dari batch pertama dijadwalkan selesai pada tahun 2025.
“Jika kapal selam pemburu “Black Hole” Rusia sudah cukup membuat sakit kepala Angkatan Laut Barat maka kapal selam baru yang dikembangkan Perusahaan Galangan Kapal Rusia (USC) ini akan jauh lebih berbahaya,” tulis Sputnik Minggu 27 Mei 2018.
РИА НОВОСТИ: АПЛ "Хаски" полностью сольется с шумом мирового океана, заявили в ОСК.https://t.co/KZN8JwnWXK
через @GoogleNews
— Вэл Коп (@Vel_Kop) May 25, 2018
Sputnik juga mengutip bagaimana dua kapal kelas Kilo Rusia beberapa waktu lalu membayangi ketat kapal selam Inggris saat hendak menyerang Suriah dengan rudal Tomahawk.
Menurut kepala USC Alexei Rakhmanov, kapal selam bertenaga nuklir baru yang dikenal sebagai Husky ini akan bergabung dengan suara lautan dan pada saat yang sama akan dapat beroperasi pada jarak yang jauh lebih jauh dari pangkalan Rusia daripada kapal selam diesel. Soal ketenangan, Husky diklaim akan lebih siluman dibandingkan Kelas Kilo.
Konsep dan konsep kapal selam yang baru telah disetujui dan sekarang biro konstruksi sedang mengerjakan karakteristik tempurnya.
Концептуальное проектирование АПЛ (атомной подлодки) пятого поколения «Хаски» завершено, сообщил «Известиям» глава ОСК (Объединенной судостроительной корпорации) Алексей Рахманов. «Сейчас ведется разработка тактико-технических характеристик новой лодки. Остальное про "Хаски" —… pic.twitter.com/naZbb1Wnds
— Беляш Чебуреков (@belyashcheburek) May 22, 2018
Menurut Wakil Panglima Angkatan Laut Rusia Bagian Persenjataan Vice Admiral Viktor Bursuk, pembangunan kapal selam Husky baru direncanakan dilakukan dalam periode 2018-2025.