Militer Rusia mengklaim sistem rudal Iskander-M mereka tidak akan tertandingi setidaknya hingga tahun 20265.
Panglima Angkatan Darat Rusia Kolonel Oleg Salyukov mengatakan tidak ada negara yang akan dapat merancang sebuah sistem rudal balistik jarak pendek yang mampu menyaingi Iskander-M.
“Menurut perancang, negara-negara asing akan dapat menciptakan mitranya tidak lebih cepat dari pada tahun 2025,” kata Salyukov sebagaimana dikutip TASS Rabu 7 Maret 2018.
Menurut pejabat tersebut, pembangunan kembali formasi rudal Rusia dengan sistem rudal Iskander-M terus berjalan sesuai rencana.
Sistem rudal balistik rudal Iskander mampu mencapai target kecil dan luas pada jarak hingga 500 km. Namun, rudal ini kabarnya mampu menyerang target terletak hingga 2.000 kilometer dari titik peluncuran.
Senjata ini akan mampu menghancurkan sistem peluncur rudal dan multipel, senjata artileri jarak jauh, pesawat terbang dan helikopter di aerodromes, pos komando dan pusat komunikasi
Kompleks rudal balistik Iskander terdiri dari peluncur, loader-transporter, kendaraan perawatan rutin, kendaraan komando pos, pos informasi, peralatan amunisi dan alat bantu pelatihan.

skander merupakan pewaris dari kompleks peluncur rudal balistik teater Oka atau OTR-23 (yang diklasifikasikan sebagai SS-23 Spider oleh NATO), yang dihancurkan pada 1989 berdasarkan perjanjian Soviet-AS mengenai likuidasi roket jarak pendek dan menengah.
Oka, yang memiliki jarak tembak maksimal 400 kilometer, sebenarnya tidak termasuk dalam perjanjian likuidasi roket jarak pendek dan menengah itu, karena perjanjian tersebut berlaku untuk rudal yang memiliki jarak tembak 500-5.500 kilometer.
Namun, AS menuntut agar Oka dimasukan ke dalam daftar likuidasi roket, meski sebenarnya Oka sendiri bahkan belum masuk dalam persenjataan pasukan Rusia.
Amerika meresahkan kemampuan unik kompleks ini, yang dapat ditempatkan di atas truk yang dapat berenang dan melewati berbagai jenis jalan darat.