Uragan-1M (Hurricane-1M) adalah sistem roket artileri Rusia terbaru yang dikembangkan untuk menggantikan sistem Uragan 220 mm yang sudah tua yang diadopsi pada tahun 1975, dan sistem Smerch 300 mm yang diadopsi pada tahun 1987.
Kedua sistem ini sebeanrnya sangat mumpuni dan banyak digunakan oleh Angkatan Darat Rusia. Namun bagaimanapun semakin sulit untuk mempertahankan dan mengoperasikan mereka yang semakin tua. Terutama orang Uragan karena produksi kendaraan ZiL-135LMP yang membawa sistem ini dihentikan beberapa tahun yang lalu.
Pengembangan Uragan-1M dimulai pada tahun 1995, namun pada tahun 1996 dihentikan karena masalah pendanaan. Perkembangan sistem ini agak lamban dan gambar Uragan-1M baru muncul beberapa tahun yang lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia mulai mengujicobakan sistem ini sejak 2012 dan dinyatakan lolos uji tiga tahun kemudian. Namun sampai 2017 sistem ini masih dievaluasi oleh Angkatan Darat Rusia dan belum diadopsi untuk melayani. Meski bisa beroperasi dalam waktu dekat.
Sistem roket artileri ini sangat efektif untuk menyerang target di wilayah luas, seperti konsentrasi pasukan dan kendaraan lapis baja, baterai artileri, lapangan terbang. Satu sistem artileri ketika meluncurkan seluruh kekuatannya akan bisa menghancurkan area seluas hingga 67 hektare.
Uragan-1M merupakan sistem multi-kaliber yang bisa membawa dua tabung dengan berbagai roket. Sistem ini dan bisa meluncurkan roket dengan berbagai kaliber, termasuk tabung dengan roket 300 mm dari roket Smerch dan 220 mm dari Uragan. Senjata ini bisa memecat semua roket Smerch dan Uragan saat ini.
Tabung peluncur sekali pakai dan diganti setelah semua roket diluncurkan. Meskipun ada juga paket peluncur 300 mm yang dapat digunakan dan diisi ulang dengan roket tunggal oleh kendaraan reload. Kendaraan peluncur dari Uragan-1M disebut sebagai 9A53.
Sistem baru ini memiliki dua polong dengan total 12 tabung peluncur untuk roket 300 mm. Dalam konfigurasi ini, ia memiliki senjata yang sama dengan sistem roket artileri Smerch. Sebagai alternatif, kendaraan peluncur bisa membawa dua buah polong dengan total 30 roket 220 mm yang lebih kecil.
Dalam konfigurasi ini, Uragan-1M memiliki hampir dua kali kekuatan Uragan asli, yang membawa 16 roket. Roket dipasang di pabrik dan disegel untuk memudahkan transportasi, penyimpanan dan pemuatan ulang yang lebih cepat. Uragan-1M mampu menembakan roket tunggal hingga salvo penuh.
Roket standar 300 mm panjangnya 7,6 m dan berat 800 kg. Sejumlah hulu ledak tersedia, termasuk HE-FRAG, bahan peledak bahan bakar udara, pembakar, cluster dengan submunisi anti personil dan anti-tank atau amunisi anti-tank yang dipandu.
Rentang maksimum tembakan 70 km dengan amunisi biasa dan 90 km dengan roket jarak jauh. Beberapa sumber melaporkan bahwa Uragan-1M juga dapat menggunakan roket 300 mm yang baru dikembangkan dengan jarak maksimum 120 km.
Roket standar 222 mm memiliki panjang 4,8 m dan berat 280 kg. Sejumlah hulu ledak tersedia termasuk pelatihan, HE-FRAG, bahan kimia, pembakar, peledak bahan bakar, roket cluster dengan ranjau anti-tank atau anti-personil yang dapat menyebar.
Senjata ini juga digunakan untuk peletakan ranjau jarak jauh serta untuk menyebarkn leaflet yang dikeluarkan dari roket sebagai cara perang propaganda. Rentang maksimum tembakan dengan roket 222 mm hingga 34 km. Sebuah salvo penuh dari dua pod 220 mm bisa meremukkan area seluas 8 hektar.
Sistem roket artileri ini dioperasikan oleh awak 3 dan memerlukan waktu sekitar 3 menit untuk mempersiapkan Uragan-1M sampai bisa menembak. Dibutuhkan jumlah waktu yang sama untuk meninggalkan posisi penembakan. Waktu pemindahan singkat memungkinkan untuk menghindari serangan balik.
Uragan-1M didasarkan pada chassis roda khusus MZKT-7930 Belarusia dengan konfigurasi 8×8. Kendaraan ini didukung oleh mesin diesel turbocharged YaMZ-846, yang mengembangkan kekuatan 500 tenaga kuda.
Peluncur Uragan-1M dikawal oleh kendaraan reload, yang disebut 9T249 yang didasarkan pada chassisitas mobilitas tinggi MZKT-7930 8×8. Kendaraan ini dilengkapi dengan derek dan membawa polong dengan reload roket. Reloading biasanya berlangsung dalam posisi tembak agar terhindar dari serangan balik baterai.