More

    Menelusuri Jejak Sejarah Kapal Selam Nuklir

    on

    |

    views

    and

    comments

    R-30 Bulava Rusia
    R-30 Bulava Rusia

    Persenjataan Kapal Selam Nuklir

    Kapal selam nuklir tetap mempertahankan persenjataan era Perang Dunia I yakni senjata dek. Bagaimanapun senjata ini sangat diperlukan ketika mereka mereka mendekati kapal musuh dalam posisi muncul di permukaan.

    Namun kapal selam juga memanfaatkan rudal anti kapal yang mulai digunakan pada Perang Dunia II. Pada era itu ditandai ketika sebuah kapal selam Inggris menghancurkan kapal selam Nazi menggunakan torpedo. Ini adalah pertama kalinya bahwa sebuah kapal selam menenggelamkan kapal selam. Selama Perang Dunia I, Inggris menenggelamkan 17 kapal selam Jerman.

    Pada tahun 1866, torpedo propeller-driven pertama ditemukan. Torpedo modern dengan panjang sekitar 9 kaki (2,7 m), membawa 100 pound (45 k) bahan peledak dan dapat melakukan perjalanan di 40 knot melalui air menuju target. Torpedo dapat berisi sebanyak £ 500 (226 k) bahan peledak dan diledakkan ketika sensor mendeteksi magnetik, masukan seismik atau tekanan tertentu.

    Setelah bersenjata rudal anti kapal selam, serta rudal jarak menengah untuk kapal atau kapal selam yang jauh, SSN (serangan cepat) kini dilengkapi dengan rudal taktis jelajah Tomahawk yang mampu menyerang sasaran jarak jauh dengan akurat. Tomahawk bisa dipecat dalam kondisi cuaca apapun.

    Tomahawk juga dapat dilengkapi dengan muatan nuklir, atau 1.000 pon (453 k) hulu ledak yang terdiri dari bahan peledak konvensional serta beberapa bom-bom (bom kecil yang dirilis udara untuk meningkatkan korban). Rudal jelajah ini dirancang untuk terbang dengan kecepatan tinggi pada ketinggian rendah dan mampu mengikuti rute yang dipilih untuk menghindari radar.

    SSBN awalnya dipersenjatai dengan rudal nuklir balistik Polaris pada 1960-an. Rudal ini membutuhkan waktu empat tahun untuk mengembangkan dan merancang agar dapat dikeluarkan dari tabung peluncuran oleh tekanan gas. Hal ini untuk mencegah kapal selam tidak rusak oleh peluncuran rudal sendiri. Setelah menjauh dari kapal l selam, roket Polaris baru akan melesat ke target. Meskipun tidak begitu akurat, Polaris memungkinkan Angkatan Laut AS untuk meluncurkan rudal nuklir dari posisi tersembunyi di bawah air dari manapun di dunia ini.

    Ada tiga versi yang berbeda dari rudal Polaris, dan Polaris digantikan oleh Poseidon pada tahun 1972. Poseidon rudal itu lebih akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar. Pada tahun 1979, Angkatan Laut memperkenaklan ke kapal selam rudal Trident I (C-4) yang memiliki jangkauan 4.000 mil laut dan bisa membawa beberapa hulu ledak yang akan ditujukan pada target yang berbeda.

    Sistem senjata saat dibawa oleh sebagian besar kapal selam nuklir Amerika adalah Trident II (D-5). Dalam dekade terakhir, Angkatan Laut AS melengkapi beberapa kapal selam dengan senjata nuklir yang disebut Subrocs. Subrocs mulai digunakan pada tahun 1965 dan dihentikan pada tahun 1992. Subrocs diluncurkan oleh roket, berjalan hingga 35 mil (56 k) di atas permukaan air dan kemudian kembali masuk air dengan hulu ledak nuklir 5-kiloton.

    NEXT: KEHIDUPAN DI KAPAL SELAM NUKLIR
    Share this
    Tags

    Must-read

    Sebagian Misi Kami Melawan Channel Maling Berhasil

    Sekitar 3 tahun Channel JejakTapak di Youtube ada. Misi pertama dari dibuatnya channel tersebut karena banyak naskah dari Jejaktapak.com dicuri oleh para channel militer...

    Rudal Israel dan Houhti Kejar-kejaran di Langit Tel Aviv

    https://www.youtube.com/watch?v=jkIJeT_aR5AKelompok Houthi Yaman secara mengejutkan melakukan serangan rudal balistik ke Israel. Serangan membuat ribuan warga Tel Aviv panic dan berlarian mencari tempat perlindungan. Serangan dilakukan...

    3 Gudang Senjata Besar Rusia Benar-Benar Berantakan

    Serangan drone Ukraina mengakibatkan tiga gudang penyimpanan amunisi Rusia benar-benar rusak parah. Jelas ini sebuah kerugian besar bagi Moskow. Serangan drone Ukraina menyasar dua gudang...

    Recent articles

    More like this