Sejumlah senjata dan amunisi milik Israel dicuri dari gudang senjata di sebuah markas insinyur tempur Angkatan Darat di Israel utara.
Tentara dari Batalyon 601, yang ditempatkan di sebuah pos terdepan di Dataran Tinggi Golan, pada hari Senin menemukan hilangnya senjata dalam jumlah besar ketika melakukan pengecekan rutin. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut tersebut kepada komandan mereka, dan penyidik militer segera tiba di tempat kejadian.
Di antara senjata yang hilang adalah amunisi berdiameter 5,56 mm, peluru berdiameter 40mm, detektor M16 dan ranjau anti-tank, yang semuanya kemungkinan besar akan mendarat di tangan sindikat kejahatan lokal atau kelompok bersenjata.
Jerusalem Online melaporkan Polisi Militer Israel meyakini pencurian tersebut terjadi selama liburan Rosh Hashana atau Yom Kippur. Saat peringatan Rosh Hashana, tidak ada tentara yang berada di tempat untuk menjaga gudang senjata. Semntara pada hari Minggu, tentara yang bertugas yang berjaga mengambil posisi di dalam pangkalan dan bukannya berada di pos yang ditentukan yakni di samping bungker. Rosh Hashana adalah Tahun Baru Yahudi yang menurut kepercayaan Yahudi adalah ulang tahun penciptaan Adam dan Hawa.
Pencurian senjata tersebut bukan pertama kali terjadi. Awal tahun ini, hampir tiga lusin senapan serbu M-16 dicuri dari sebuah pangkalan di selatan Israel.