Batch pertama dari senapan self-propelled gun Koalitsiya-SV akan dipasok ke Angkatan Bersenjata Rusia yang mulai tahun 2020. Dan saat itu NATO akan menghadapi ancaman sulit.
Sistem ini tengah menjalani tes lapangan dan diklaim meninggalkan mitranya yang terbaik dari Barat jauh di belakang.
Pertama kali terlihat di depan publik selama latihan parade Hari Kemenangan 2015 di Moskow, Koalitsiya-SV dibangun dengan meriam otomatis 152 mm yang mampu menembak hingga 16 putaran per menit, dua kali lebih banyak dari tank tempur modern lainnya. Penargetan dilakukan melalui navigasi satelit atau indikator target laser.
Koalitsiya-SV adalah sistem yang sangat otomatis dan dilengkapi dengan sistem perintah dan kontrol terpadu yang dapat secara otomatis memilih jenis amunisi yang sesuai untuk tugas tertentu dan jumlah yang diperlukan.
Senjata ini memiliki jangkauan tembak 70 kilometer yang berarti lebih dari dua kali lipat jangkauan Paladin M109 Amerika yang memiliki jangkauan hanya hanya 30 kilometer (18 mil). Sementara S90 Braveheart Inggris memiliki 40 kilometer (24 mil) dan AMX AuF1t Perancis memiliki jangkauan maksimum 35 kilometer (21 mil).
Koalitsiya-SV dapat secara bersamaan mencapai sasarannya dengan beberapa amunisi yang masing-masing melakukan perjalanan dengan lintasan yang berbeda yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh PzH 200 Jerman.
Semua ini membuat Koalitsiya-SV mirip dengan sistem rudal taktis, yang mampu menghancurkan pos komando, instalasi pertahanan udara dan rudal, jalur komunikasi dan baterai artileri yang terletak jauh di belakang garis musuh sambil tetap berada di luar jangkauan artileri musuh.
“Pengenalan Koalitsiya-SV adalah dorongan signifikan untuk persenjataan artileri Angkatan Darat Rusia. Sementara itu, Angkatan Darat Amerika diharapkan dapat mengoperasikan versi upgrade dari M109 Paladin buatan sendiri tahun 1960,” tulis National Interest.
Koalitsiya-SV akan berfungsi sebagai platform howitzer robotik baru yang mampu melakukan misi tempur sendiri.
Baca juga: