Amerika Serikat membangun sebuah kota di Korea Selatan yang akan berfungsi sebagai pangkalan militer. Layaknya kota, Camp Humpreys yang dibangun di tengah pedesaan di Korea Selatan ini akan memiliki empat sekolah, lima gereja, toko kelontong dan sebagainya. Tidak tanggung-tanggung Amerika mengeluarkan dana hampir Rp147 triliun untuk membangun kota tersebut.
“Kami membangun sebuah kota dari awal,” kata Kolonel Scott W. Mueller, Komandan Garnisun Camp Humphreys, salah satu proyek konstruksi luar negeri terbesar di Amerika. Kota ini akan memili luas 3.454 hektare. “Mayoritas konstruksi di sini akan dilakukan pada 2021, “kata Mueller sebagaimana dilaporkan Washington Post Sabtu 29 Juli 2017.
Militer Amerika Serikat telah berusaha selama 30 tahun untuk memindahkan kantor pusatnya di Korea Selatan dari Seoul ke wilayah yang berada di luar jangkauan artileri Korea Utara.
Sejak akhir Perang Dunia II, militer Amerika telah berbasis di Yongsan, sebuah garnisun yang merupakan basis utama Angkatan Darat Kekaisaran Jepang selama pendudukan Jepang di Semenanjung Korea. Tempat ini berada di tengah-tengah Seoul dan hanya 40 mil dari zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea.
Pemerintah Korea Selatan dan Amerika telah berbicara sejak tahun 1987 tentang pemindahan markas jauh dari Yongsan, namun masalah politik dan pendanaan telah memperlambat prosesnya. Dengan diwarnai protes lebih dari satu dekade, Pyeongtaek, sebuah kota pedesaan yang sepi 40 mil selatan Yongsan, dipilih sebagai situs baru.
Kini, pangkalan yang akan menghabiskan dana sekitar US$ 11 miliar atau lebih dari Rp147 triliun mulai terlihat seperti garnisun yang perencana militer telah pertimbangkan puluhan tahun yang lalu. Angkatan Darat ke-8 memindahkan kantor pusatnya di wilayah tersebut pada Juli ini dan ada sekitar 25.000 orang yang berbasis di sini, termasuk anggota keluarga dan kontraktor.

Ada bangunan apartemen, lapangan olah raga, taman bermain dan taman air, dan lapangan golf 18 hole dengan rumah para jenderal yang menghadap ke area hijau. Ada “zona pejuang” dengan Xboxes and Playstations, meja biliar dan sebuah kedai untuk nongkrong dan minum.
Mulai bulan Agustus, akan ada dua sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Sebuah rumah sakit baru dengan 68 tempat tidur juga hampir selesai.
Setelah selesai, markas tersebut akan mampu menampung 1.111 keluarga dengan total sekitar 45.500 orang.
Muller juga mengatakan, tidak hanya luas, pangkalan ini juga akan dilengkapi dengan teknologi komunikasi mutakhir dan area perlindungan untuk melindungi kemungkinan serangan Korut. “Kami telah mampu menciptakan fasilitas yang dibutuhkan untuk mengikuti laju peperangan modern dan teknologi komunikasi modern.”

Meskipun Korea Utara memiliki kemampuan rudal balistiknya rezim Kim masih memiliki sejumlah besar artileri konvensional yang berbaris di sisi perbatasannya yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan di Seoul dalam waktu singkat. Hal ini menjadikan situs baru ini akan relatif punya waktu untuk melawan serangan karena tidak dalam jangkauan artileri, meski tentu saja tidak sepenuhnya aman dari serangan rudal Korea Utara.
“Pangkalan militer yang lebih besar akan menjadikan militer kita semakin efektif untuk mencapai sasarannya,” kata juru bicara militer Korea Utara bulan ini setelah Angkatan Darat ke-8 pindah basis baru tersebut.
Pembangunan Camp Humphreys juga telah mendorong ekonomi lokal yang sebelumnya tidak terlalu berkembang. Pemerintah daerah telah membangun sebuah stasiun kereta, jembatan, jalan raya empat jalur baru, dan berbagai fasililitas lain.
Baca juga:
Mengapa Rusia Memperkuat Pangkalan Militernya di Asia Tengah?