Resimen kavaleri Angkatan Darat Amerika yang berbasis di Jerman sedang menguji upgrade bertahan untuk kendaraan tempur Stryker sebagai bagian dari pelatihan Eropa yang dirancang untuk melawan persenjataan Rusia.
Pejabat Saab Scott Caldwell mengatakan bahwa empat Strykers telah dilengkapi dengan mobile camouflage system (MCS) Barracuda yang dibangun Saab oleh Army’s 2nd Cavalry Regiment, yang ditempatkan di Vilsek, Jerman.
Saat ini kendaraan tersebut melakukan latihan dengan negara-negara mitra di Hohenfels, Jerman, di mana mereka akan tinggal sampai Juni untuk dievaluasi secara formal. Layanan kemudian akan memutuskan apakah akan menggunakan sistem kamuflase baru ini.
Menurut Caldwell, mobile system akan menjadi “uniform skin”yang membantu kendaraan berbaur dengan lingkungan sekitar mereka.
Sistem ini mencakup teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan signature management systems Stryker saat berhadapan dengan radar sensor inframerah, gelombang pendek dan sensor panas gelombang panjang dan menengah.
“Tidak ada apa-apa di luar sana saat ini bahkan signature management systems yang ada masih canggih yang dapat membuat sebuah tank hilang,” kata Caldwell kepada Defense News Jumat 12 Mei 2017,
Tapi, dia mengatakan jika kemampuan yang sudah baik ini ditingkatkan maka akan lebih baik karena akan meningkatkan survivabilitas dan memberi kesempatan kepada awak kapal untuk membuat keputusan. “Apakah mereka sedang bertarung dengan musuh? Apakah mereka memposisikan kendaraan? Ini memberi mereka menit-menit dan detik penting untuk membuat keputusan. ”
Baca juga: