Site icon

Komsomolets, Bencana Kapal Selam Nuklir Soviet

Komsomolets

Pada pertengahan 1980-an, Uni Soviet membangun sebuah kapal selam super seperti yang lain. Kapal selam dengan kecepatan tinggi dan mampu menyelam pada kedalaman ini diberi nama Komsomolets yang diperkenalkan pada tahun 1984. Kapal selam disebut-sebut sebagai arah baru Angkatan Laut Soviet.

Lima tahun kemudian, Komsomolets dan senjata nuklirnya berada di dasar laut, tetapi dua pertiga awaknya terbunuh oleh apa yang dianggap contoh lain dari ketidakmampuan Soviet.

Sejarah Komsomolets dimulai dari 1966. Sebuah tim di Biro Desain Rubin di bawah N. A. Klimov dan kepala desainer Y. N. Kormilitsin diperintahkan untuk memulai penelitian kapal selam deep diving Proyek 685. Upaya penelitian berlangsung selama delapan tahun, mungkin karena kurangnya logam yang cocok yang bisa menahan tekanan besar dari dalam.

Kemudian pada tahun 1974, desain  double-hulled selesai, dengan paduan titanium dipilih untuk lambung bagian dalam.

Proyek 685, juga dikenal sebagai K-278, adalah kapal prototipe untuk menguji kapal selam deep-diving Soviet masa depan. Galangan kapal Sevmash mulai membangun kapal ini pada 22 April, 1978 dan selesai pada 30 Mei 1983. Kesulitan dalam mesin titanium menjadi kontribusi terhadap lamanya masa konstruksi.

K-278 memiliki panjang 360 kaki dan lebar 40 kaki, dengan lebar lambung bagian dalam sekitar 24 kaki. Kapal memiliki bobot perpindahan terendam 6.500 ton, dan penggunaan titanium bukan baja membuatnya kapal lebih ringan.

Kapal selam lambung ganda yang unik, dengan lambung dalam terbuat dari titanium, yang memberikannya kemampuan menyelam dalam. Lambung bagian dalam selanjutnya dibagi menjadi tujuh kompartemen, dua diantaranya diperkuat untuk menciptakan zona aman bagi kru, dan kapsul melarikan diri dibangun  untuk memungkinkan kru meninggalkan kapal saat tenggelam di kedalaman hingga 1.500 meter.

Kapal selam didukung oleh reactor nuklir OK-650B-3 190-megawatt yang menggerakkan dua mesin turbin uap dengan 45.000  tenaga kuda. Hal ini mampu mendorong kapal selam mencapai kecepatan terendam 30 knot, dan kecepatan permukaan 14 knot.

Kapal selam memiliki low-frequency passive/active search and attack spherical bow array sonar system. Sonar yang juga digunakan dengan kapal selam serangan kelas Yasen saat ini, yang dimasukkan ke dalam sistem kontrol tempur Omnibus -685.

Persenjataan terdiri dari enam tabung torpedo standar diameter 533 milimeter, termasuk 22 torpedo Type 53 dan torpedo supercavitating Shkval untuk melawan kapal selam.

Kapal selam itu bergabung dengan Red Banner Armada Utara pada bulan Januari 1984 dan mulai serangkaian percobaan menyelam.

Di bawah Kapten Yuri Zelensky kapal selam mencapai rekor kedalaman 3.346 kaki dan menjadi sebuah prestasi luar biasa mengingat kapal selam setara milik Amerika, kelas Los Angeles hanya memiliki kedalaman maksimum mutlak dari 1.475 kaki.

Angkatan Laut Soviet menganggap K-278 kebal di kedalaman lebih dari 1.000 meter; pada kedalaman ini sulit untuk dideteksi torpedo musuh, terutama Mark 48 Amerika, yang memiliki kedalaman maksimum hanya delapan ratus meter.

Meskipun awalnya hanya dimaksudkan sebagai kapal uji, kapal selam itu akhirnya dibuat menjadi sebuah kapal siap tempur dan beroperasi penuh pada tahun 1988. Kapal selam kemudian diberi nama Komsomolets, yang berarti “anggota dari Liga Pemuda Komunis.”

Next: Tenggelam dengan Reaktor dan Torpedo Nuklir

Pada tanggal 7 April 1989, saat operasi kedalaman 1.266 kaki di tengah Laut Norwegia, Komsomolets mengalami masalah.

Kebakaran terjadi di ruang belakang ketujuh, dan api membakar katup pasokan udara,. Tindakan pemadaman kebakaran gagal. Api terus menyebar, dan kru berjuang untuk memadamkan api selama enam jam sebelum perintah untuk meninggalkan kapal diberikan.

Komandan kapal, Kapten Evgeny Vanin, bersama empat orang lainnya, kembali ke kapal untuk menemukan awak kapal yang belum meninggalkan rangka kapal. Vanin dan tim penyelamat tidak dapat menjelajah lebih jauh ke kapal selam yang miring 80 derajat dengan kepala di bawah dan memasuki ruang penyelamatan.

Kapal selam akhirnya pecah. Perubahan tekanan mendadak melemparkan dua awak kapal keluar dari ruangan. Kapten dan tim penyelamat  tenggelam.

Hanya empat orang tewas dalam insiden itu sejauh ini, tapi setelah kapal selam itu tenggelam banyak kru yang tidak bisa bertahan berada di air pada suhu 36 derajat (Fahrenheit).

Setelah satu jam kapal nelayan Alexi Khlobystov dan Oma tiba dan menyelamatkan 30 orang, beberapa di antaranya kemudian meninggal karena luka-luka mereka. Dari 69 orang yang di kapal kapal selam ketika bencana melanda, 42 meninggal, termasuk Kapten Peringkat Vanin.

Komsomolets tenggelam pada kedalaman 5.250 kaki air beserta reaktor nuklirnya dan dua torpedo Shkval bersenjata nuklir. Antara tahun 1989 dan 1998 tujuh ekspedisi dilakukan untuk mengamankan reaktor dari kemungkinan mengeluarkan radioaktif dan menutup tabung torpedo.

Sumber Rusia menyatakan bahwa selama ekspedisi dilakukan  ditemukan bukti  kunjungan tanpa izin ke kapal selam yang tenggelam yang dilakukan oleh agen-agen asing.

 

Exit mobile version