Angkatan Laut Amerika menginginkan kapal selam robot menjadi kenyataan pada 2020. Pada saat itu Angkatan Laut ingin memiliki skuadron yang seluruhnya terdiri dari kapal selam robot hang berkeliaran lautan. Pertanyaannya adalah: Siapa yang akan membangun semua kapal selam robot itu?
Lockheed Martin telah mencoba. Selama 15 tahun Lockheed Martin telah mencoba untuk mendapatkan remote multi-mission vehicle (RMMV) untuk bekerja dengan baik. Sejauh ini tidak behasil.

Pada bulan Mei, Angkatan Laut akhirnya bosan dengan kegagalan Lockheed dan mengancam akan menghentikan seluruh program senilai US$700 juta itu dan memberikan pekerjaan kepada orang lain.

Boeing dan General Dynamics keduanya berlomba-lomba untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kegagalan Lockheed. Boeing baru-baru ini memperkenaklan kapal selam sepanjang 15 kaki yang disebut Echo Voyager. Kapal selam baru Boeing hampir tiga kali lebih besar dari Echo Ranger yang dibangun sebelumnya, dan dikatakan akan mampu berlayar laut selama berbulan-bulan sendiri, hanya perlu sesekali menelepon rumah untuk update status sesekali dan menerima pesanan baru.

Sementara, General Dynamics salah satu nama besar dalam pembangunan kapal selam nuklir berawak telah berinvestasi dalam kapal selam robot kecil yang mereka sebut Knifefish. Beratnya kurang dari satu ton, Knifefish bisa melakukan apa saja yang diperlukan Angkatan Laut dengan misi terutama untuk berburu ranjau.
Dan sekarang, muncul kabar ada kontestan keempat dalam kompetisi ini yakni Huntington Ingalls yang akhirnya membangun sendiri kapal selam robot.

Perusahaan ini memperkenalkan Proteus. Diberi nama dengan legenda Dewa Lau Yunani, Proteus, diwarisi ketika Huntington membeli Engineering Solutions Division of privately held Columbia Group awal tahun lalu.
Kapal selam robot baru ini juga dapat dioperasikan secara manual, membuatnya menjadi “dual-mode” dan sudah menawarkan beberapa statistik mengesankan:
Sebagaimana ditulis fool.com Senin 9 Mei 2016 dengan panjang 26 kaki, dan berat lebih dari empat ton, Proteus lebih besar dari Knifefish yang dibangun General Dynamics, tapi sekitar setengah ukuran varian baru Echo milik Boeing.
Proteus memiliki ukuran diameter yang disebut cukup besar untuk menampung seorang penyelam SEAL, membuat kapal cocok, misalnya, untuk penyisipan pasukan operasi khusus ke pantai.
Proteus dirancang memiliki kedalaman menyelam sekitar 150 kaki saat diawaki atau 200 kaki tanpa awak. Motor yang kuat yang mampu mendorong kapal selam robot ini dengan kecepatan hingga 10 knot. (Kira-kira setara dengan kecepatan kapal selam diesel lama milik Amerika Kelas Barbel). Itu tidak buruk untuk prototipe, dan Huntington sudah bekerja keras membuat Proteus yang lebih baik.
Pekan lalu, Huntington Ingalls juga mengatakan prototipe mereka baru saja selesai menempatkan Proteus dalam simulasi misi tanpa awak selama 30 hari di mana kapal selam melakukan perjalanan setara dengan 2.412 mil laut.
Selama tes ini, kapal berjalan pada kecepatan 3 knot selama lima jam pada suatu waktu dan memutar mesin untuk sprint secepat 6,5 knot. Selain itu juga melakukan simulasi seperti berhenti ke permukaan dan berkomunikasi dengan home base.