Jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Inggris mencegat lima pesawat militer Rusia yang terbang di dekat perbatasan Estonia Selasa 17 Mei 2016. Pencegatan ini hanya berselang tiga hari setelah sebelumnya Typhoon Inggris juga mengejar dan mengawal tiga pesawat transport militer Moskow.

Typhoon melakukan misi scramble dari pangkalan di Estonia sebagai bagian dari misi pengawasan udara Baltik yang digelar NATO. Pesawat diterbangkan awalnya membayangi dua jet tempur Su-27 Flanker dan pesawat mata-mata IL-20 ‘Coot-A’ ke utara dari Estonia ketika dua Su-27 Flanker lain terdeteksi dan dicegat.
Sebagaimana dilaporkan Telegraph pesawat Rusia terbang di wilayah udara internasional di sepanjang perbatasan utara dan barat Estonia.

Pesawat Rusia tidak melakukan komunikasi dengan kontrol lalu lintas udara dan tidak mengirimkan kode identifikasi.
“Pusat pengendalian dan pelaporan Baltik memiliki kontak radar pada pesawat tak dikenal dan memerintahkan kita untuk scramble, seperti biasa kami di udara dalam hitungan menit dan mencegat serta mengidentifikasi berbagai pesawat militer Rusia,” kata pilot yang memimpin pencegatan.

Ini adalah kedua kalinya jet tempur Inggris telah melakukan misi pencegatan ke pesawat Rusia selama penempatan di daerah NATO. Tiga hari sebelumnya jet tempur RAF juga mengawal pesawat Rusia yang dilaporkan melakukan “penyadapan”.
Jet Typhoon Inggris telah di wilayah itu sejak akhir April untuk misi pengawasan udara yang akan berlangsung empat bulan.

Pada bulan Februari tahun ini, Typhoon dikirim dari RAF Coningsby di Lincolnshire setelah laporan pembom Rusia yang menuju wilayah udara Inggris.