Selain itu, J-16D memiliki radome lebih kecil yang kemungkinan memuat sebuah radar active electronically scanned array (AESA) untuk peperangan elektronik, termasuk pengumpulan sinyal dan jamming. J-16D akan dilengkapi dengan jamming pod besar AESA yang merupakan pengembangan dari jammers yang saat ini diinstal di pesawat tempur JH-7A; dan akan dipasang juga di YJ-91, LD-10 dan rudal anti-radiasi lainnya.

Kemampuan J-16D akan semakin tinggi karena membawa pod besar yang terlihat mirip dengan milik J-16 dan jet tempur China lainnya tetapi telah ditingkatkan.
Sebagaimana ditulis Popular Science, J-16D menyediakan operasi udara China bisa berlangsung cepat, bermanuver dan EW panjang rentang dan platform Wild Weasel yang dapat melindungi para jet tempur dan pembom China seperti J-10, J-11, J-15, J-20, J-31 dan bomber H-6K.
Pesawat ini akan menjadi suatu kebutuhan penting dalam operasi tempur di daerah yang sangat padat dengan kekuatan militer, termasuk radar dan sistem pertahanan udara.

Dalam operasi tempur, J-16 pertama-tama akan menggunakan jammers untuk mengganggu target dan sistem pertahanan udara musuh, sebelum menembak dengan rudal jarak jauh anti-radiasi, yang sama-sama mematikan terhadap pertahanan udara yang bergerak dan tetap.
Selanjutnya jet tempur ini juga masih dapat mengambil bagian dalam pertempuran udara dalam pertahanan diri dan melindungi pesawat lain dari jet tempur lawan.
Baca juga: