Dari Pengebom Strategis Hingga Pesawat Sipil
Tim Tupolev mengirim sebuah desain yang sayangnya tak mampu direalisasikan oleh negara yang tengah terlibat perang. Pemerintah Soviet lalu memberi tugas baru bagi biro tersebut, yakni meniru pesawat AS B-29, penerus pesawat legendaris ‘Benteng Terbang’ B-17. Ini merupakan sebuah prestasi besar karena mereka hanya menggunakan komponen yang tersedia untuk membangun pesawat yang tak ada tandingannya di dunia. Tupolev dan koleganya berhasil menjalankan misi tersebut, dan muncul pesawat pengebom strategis Soviet pertama, Tu-4.

Pada 1970-an, biro tersebut mendapat tugas mengembangkan pesawat pengangkut misil yang mampu melancarkan serangan rudal jelajah dan menyaingi pesawat pengebom AS B-52. Hasilnya ialah Tu-95MS dan Tu-160, yang dibuat menggunakan kekuatan penuh industri berat Soviet dan dengan materi konstruksi serta teknologi terbaru. Pesawat ini masih dioperasikan di Angkatan Udara Rusia hingga saat ini.

Sementara, saat merancang pesawat jarak jauh terbaru pada 1952, Tupolev menyadari bahwa pesawat pengebom yang dibuat bironya cocok untuk digunakan menjadi pesawat penumpang. Lima tahun kemudian, muncul Tu-114, dan dalam kurun waktu sepuluh tahun lebih dari seratus juta penumpang terbang dalam pesawat tersebut, membuat Tupolev dikenal secara global dan dihadiahi berbagai penghargaan.

Salah satu ciri khas pesawatnya adalah penempatan angka 4 dalam desainnya, seperti Tu-124 dan Tu-134 serta pesawat legendaris Tu-154 pada 1968. Bersama Concorde (Inggris/Prancis), Tu-144 juga merupakan satu-satunya pesawat penumpang supersonik di dunia.

Kini, biro desain Tupolev masih memperbaiki dan memodernisasi pesawat pengebom strategis, serta mengembangkan lini baru pesawat penumpang, yang dapat mengangkut Presiden Rusia Vladimir Putin dan PM Rusia Dmitry Medvedev.
Sumber: Indonesia RBTH
Baca juga: