UJUNG TOMBAK DI UJUNG TANDUK

Otoritas AS belum menyampaikan secara terbuka, atau mungkin memang belum tahu, informasi apa saja yang telah dikirimkan Lin ke China. Yang pasti dua kali pengiriman data sukses dan gagal pada upaya ketiga.
Apapun itu, Lin merupakan sumber potensial yang sangat besar penting bagi China. Lin telah bekerja di Special Projects Patrol Squadron 2 Angkatan Laut selama satu tahun sebelum ia ditangkap pada bulan September. Unit berbasis di Hawaii adalah salah satu dari dua skuadron elite yang menerbangkan Aries dan Poseidon, yang berarti bahwa Lin memiliki pemahaman yang luar biasa dari dua pesawat.
“Wilayah di mana Lin bekerja sesuai dengan bidang yang China tertarik termasuk termasuk program modernisasi militer mereka dan ketegangan di Laut China Selatan,” kata Mike Sulick, mantan kepala kontra intelijen di CIA serta layanan badan klandestin nasional sebagaimana dikutip Foreign Policy.
Sebagai seseorang dengan pelatihan dan pengetahuan tentang pesawat pengintai, lanjut Sulick, Lin menjadi seseorang yang luar biasa menarik bagi China.
Kasus spionase datang pada saat ketegangan terus meningkat di Laut China Selatan antara Beijing dan Washington serta sekutu-sekutunya. Beijing telah membangun pulau buatan untuk mendukung klaim ekspansionis di perairan strategis, mengawal armada penangkapan ikan di perairan yang diperebutkan dan menggunakan radar, sistem pertahanan rudal, dan jet tempur di Paracel.
Dugaan spionase bisa melemahkan operasi pengawasan oleh militer Amerika di Asia-Pasifik, di mana kapal Amerika dan China telah terlibat dalam permainan kucing dan tikus.
Peter Singer, seorang peneliti senior di New America mengatakan jika Lin memang menjadi mata-mata China di Amerika maka akan menjadikan Beijing mengetahui tentang apa yang Amerika Serikat tahu tentang kemampuan China.
Lin, berdasarkan pengalamannya dalam memburu kapal selam dari udara bisa memberikan China tentang kunci-kunci penting yang dilakukan Amerika untuk mendeteksi China. Ujungnya adalah China bisa menerapkan tekonologi kontra untuk melawannya.
Pesawat seperti Poseidon dan Aries juga menyerap data elektronik saat terbang di sepanjang garis pantai China, termasuk emisi dari stasiun radar pesisir, komunikasi radio, dan data lain yang bergerak melalui udar. Informasi yang dapat digunakan dalam pemetaan stasiun radar dan perencanaan serangan di wilayah China.
Poseidon, menurut Singer adalah ujung tombak pengawasan maritim dan pesawat anti-kapal selam. Dengan kata lain, Lin telah menutup salah satu kemampuan dari ujung tombak Amerika ini dan menempatkannya di ujung tanduk karena. Dan China akhirnya tetap menjadi pemenang besar dalam skandal tersebut.