HDT Micro-Utility Vehicle merupakan robot serba guna yang dirancang untuk turun di medan pertempuran di hampir setiap lingkungan darat dan dapat melakukan lebih dari itu.
Robot ini dapat bertindak sebagai standoff weapon, hot spot komunikasi dan pengangkut.
Diparkir beberapa ratus meter dari tentara, sensor kendaraan ini dapat mendeteksi aktivitas musuh, dan dengan senjata kaliber 50 yang diinstal padanya dapat menangkis agresor yang hendak menyerang tentara yang tengah beroperasi.
Francis LeGasse, Wakil Presiden pengembangan bisnis HDT mengatakan kendaraan ini dirancang untuk fleksibilitas: Seorang bintara di darat dapat memutuskan bagaimana dia ingin menggunakannya, atau komandan dapat mengandalkan itu untuk membawa 500 pon peralatan pada kendaraan dan 500 ponTrailer.
Robot ini memiliki backhoe/loader attachment dan dapat dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan unit. Lebih pendek dari seorang pria rata-rata, robot dapat dipecah menjadi komponen-man portable dan dengan cepat dipasang kembali.
LeGasse, yang mantan perwira Angkatan Darat ini mengatakan robot tengah menjalani pengujian di Network Integration Evaluation dekat Fort Bliss, Texas, untuk mendapatkan penilaian dari tentara pada bagaimana hal itu dapat sesuai dengan kebutuhan unit mereka. “Juga akan segera menjelani tes hutan di Hawaii untuk penilaian lebih lanjut oleh Angkatan Darat,” katanya sebagaimana dikutip Defense News Rabu 14 Oktober 2015.