Argentina Batal Beli FC-1 Xiaolong

on

|

views

and

comments

JF-17-09

Argentina memutuskan untuk tidak jadi membeli FC-1 Xiaolong, sebuah jet tempur multiperan yang dikembangkan bersama oleh China dan Pakistan yang juga dikenal sebagai JF-17 Thunder.

Dilaporkan Guancha Syndicate yang berbasis di Shanghai Argentina telah memilih untuk membeli Kfir Blok 60 buatan Israel Aircraft Industries.

Keputusan Argentina ini diambil setelah tidak adanya kesepakatan dengan China dalam penjualan rudal bersama pesawat. Meskipun harga Xiaolong lebih rendah tetapi China menolak untuk memberikan rudal anti-kapal di bawah tekanan diplomatik dari Inggris.

Dari sisi harga Xiaolong tidak ada masalah bagi Argentina. Tetapi Argentina bersikeras bahwa China menginstal avionik dan sistem senjata yang dibeli dari Israel sebagai bagian dari kesepakatan. Sementara Israel Aircraft Industries telah menolak berkomentar.

Keputusan ini mendapat ejeken dari sejumlah forum militer di Pakistan yang menyebut Kfir adalah pesawat militer usang diperkenalkan pada 1980-an. Saat pesawat melayani Angkatan Udara Israel dengan peran serangan darat bukannya pertempuran udara. Selain itu, Argentina hanya akan mendapatkan pesawat bekas.

 

 

Share this
Tags

Must-read

Sebagian Misi Kami Melawan Channel Maling Berhasil

Sekitar 3 tahun Channel JejakTapak di Youtube ada. Misi pertama dari dibuatnya channel tersebut karena banyak naskah dari Jejaktapak.com dicuri oleh para channel militer...

Rudal Israel dan Houhti Kejar-kejaran di Langit Tel Aviv

https://www.youtube.com/watch?v=jkIJeT_aR5AKelompok Houthi Yaman secara mengejutkan melakukan serangan rudal balistik ke Israel. Serangan membuat ribuan warga Tel Aviv panic dan berlarian mencari tempat perlindungan. Serangan dilakukan...

3 Gudang Senjata Besar Rusia Benar-Benar Berantakan

Serangan drone Ukraina mengakibatkan tiga gudang penyimpanan amunisi Rusia benar-benar rusak parah. Jelas ini sebuah kerugian besar bagi Moskow. Serangan drone Ukraina menyasar dua gudang...

Recent articles

More like this