Site icon

Kenapa Pesawat Rusia Mulai Berjatuhan?

Su-34

MiG-29 Fulcrum
MiG-29 Fulcrum

Penerbangan tingkat dimulai tahun lalu. Pemerintah Presiden Vladimir Putin, ingin mengirim pesan, dengan mulai menerbangkan kembali pembom nuklir pada misi pelatihan di dekat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di seluruh dunia.

Pesannya adalah jelas bahwa ingin menunjukkan Rusia masih menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Tetapi sekarang setelah berbulan-bulan terbang agresif, pesawat Rusia justru mulai berjatuhan. Pada tanggal 5 Juli, sebuah pembom taktis Su-24M jatuh saat lepas landas di Khabarovsk di Timur Jauh Rusia. Pesawat miring tajam setelah lepas landas dan jatuh. Kedua pilot tewas.

Lima pesawat tempur Rusia telah jatuh dalam satu bulan terakhir. Upaya Rusia untuk menunjukkan kekuatan telah menjadi bumerang dan sepertinya justru menunjukkan kelemahan sebagai gantinya.

Pada tahun lalu, Rusia telah mengirim pesawat pembom nuklir ke perbatasan Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, Polandia, Belanda, dan Jepang. Pada bulan Mei, sepasang Su-24 terbang rendah di atas kapal perusak USS Ross di Laut Hitam, dan jet tempur Rusia telah melakukan tindakan agresif di dekat pesawat mata-mata Amerika di Laut Baltik, memicu protes dari Pentagon.

Angkatan Udara Rusia telah menjalankan penerbangan tempo tinggi dan ini meningkatkan secara cepat kelelahan pesawat yang kebanyakan sudah tua. Korban dalam bulan terakhir cukup tinggi. Selain kecelakaan fatal Su-24M, dua MiG-29 juga telah jatuh. Kurang dari tiga jam setelah kedua kecelakaan MiG, strike fighter Su-34 terbalik ketika mendarat di selatan Moskow.

Pada hari Senin 6 Juli, sebuah pembom strategis Tu-95 mengalami kebakaran mesin dan melampaui landasan di Pangkalan Udara Ukrainka di Timur Jauh Rusia. Kedua pilot tewas.

Militer Rusia kebanyakan diisi pesawat tua akibat krisis ekonomi yang mendera selama 1990-an dan awal 2000-an. Hal ini mengakibatkan kekuatan Angkatan Udara Rusia sebagian besar diisi oleh pesawat yang dibangun era Soviet.

Hal ini beda dengan Amerika yang sejak Perang Dingin berakhir telah memperkenalkan banyak pesawawt baru seperti F-22 Raptor dan F-35 Joint Strike Fighter yang ada di ambang pintu operasional. Rusia di sisi lain belum memperkenalkan desain tempur baru dalam 30 tahun. Jet tempur Su-35 dan Su-34 hanyalah pembaruan dari desain Su-27.

Exit mobile version