Para ilmuwan di Universitas Vanderbilt di AS teori baru yang ditemukan menunjukkan bahwa bumi bisa meledak, bersama dengan sisa alam semesta. Sebelumnya teori yang dikenal dengan “Big Rip” ini dianggap tidak mungkin terjadi.
“Dalam model sebelumnya Big Rip dianggap tidak mungkin. Dalam model baru ini, viskositas sebenarnya menggerakkan alam semesta menuju keadaan akhir yang ekstrem,” kata Robert Scherrer dari Vanderbilt University.
Ledakan yang menghancurkan bumi ini bisa terjadi sekitar 22 miliar tahun. Menurut ilmuwan lain, Matahari akan menelan bumi ketika menjadi Raksasa Merah, yang bisa 7,6 miliar tahun dari sekarang.
Skenario lain, disebut “Big Freeze,” yang memprediksi bahwa pada sekitar 100 trilyun tahun, gas di alam semesta akan menjadi terlalu tipis untuk kemudian terbentuk bintang baru.
Model-model sebelumnya fokus pada teori “heat death” di mana alam semesta menjadi tidak dapat menghasilkan panas yang cukup untuk mendukung kehidupan sebagai hasil dari semua energi berubah menjadi panas yang kemudian didistribusikan secara merata.