Kementerian Pertahanan China mengklaim baru-baru ini pesawat tempur mereka yang tengah melakukan patroli udara rutin terlibat konfrontasi dengan F-15 Jepang di atas perairan yang disengketakan. China pun mengambil tindakan yang mereka sebut sebagai hal yang diperlukan.
China mengambil tindakan yang diperlukan setelah beberapa jet Jepang memasuki zona pertahanan udara di Laut Cina Timur pada Rabu 6 Agustus 2014 selama patroli. “F-15 Jepang dua kali berusaha untuk membayangi pesawat patroli Cina. Angkatan udara China mengambil wajar, adil dan menahan langkah-langkah untuk menanggapi ancaman,” kata Juru Bicara Angkatan Udara China Kolonel Shen Jinke. Namun Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa mereka tidak punya informasi mengenai insiden tersebut.
Insiden ini adalah yang terbaru dalam serangkaian ketegangan udara yang melibatkan dua negara Asia selama klaim wilayah sengketa, yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, di Laut China Timur.
Pada bulan Mei, China menuduh Jepang melakukan ‘tindakan berbahaya’ di zona pertahanan udara selama latihan maritim dengan Rusia, dan menyatakan bahwa gangguan ‘bisa dengan mudah menyebabkan kesalahpahaman dan bahkan menyebabkan kecelakaan udara’.
Pada bulan yang sama, Kementerian Pertahanan Jepang telah mengklaim bahwa Su-27 China juga melakukan tindakan berbahaya karena terbang terlalu dekat pada OP-3C Orion yang dan YS-11EB, pesawat intelijen elektronik Jepang di atas perairan konflik.
Sumber: airforce-technology