
Pesawat mata-mata Amerika Serikat RC-135 Rivet Joint terpaksa melanggar wilayah udara Swedia baru-baru ini dalam upaya untuk melarikan diri dari intersepsi jet tempur Rusia.
Menurut DN,se, sebuah media Swedia, pada 18 Juli, sebuah RC-135 Rivet Joint melintasi wilayah udara Swedia selama misi pengintaian di atas Laut Baltik. US SIGINT (Signal Intelligence) pesawat dari RAF Mildenhall telah terbang misi harian selama Baltik sejak awal krisis Ukraina.
Pada 18 Juli, sehari setelah Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di atas timur Ukraina, pesawat Amerika telah bertemu dua kali dengan pencegat Rusia yang diluncurkan dari basis Rusia di luar Baltik Rusia, Kaliningrad. Tidak disebutkan pesawat jenis apa dari Rusia yang mencegat pesawat tersebut.
Yang jelas ketika menghindar dari pencegatan RC-135 meminta izin untuk melintasi wilayah udara Swedia, tetapi ketika ATC menolak memberikan izin, pesawat itu tetap memutuskan untuk melanjutkan dan terbang di atas pulau Gotland.
Meskipun berbasis di Inggris RC-135 telah terbang lebih dari 50 misi di wilayah tersebut, kadang-kadang terbang di atas Polandia, kadang-kadang ke Lithuania dan Latvia, dan kadang-kadang lebih dari Laut Baltik dekat pangkal Rusia di Kaliningrad untuk menguping sinyal Rusia dan mengumpulkan data intelijen. Kejadian ini adalah pertama kalinya, menurut DN.se, pesawat Amerika tampaknya bereaksi terhadap intersepsi Rusia dengan short-cut yang tidak sah atas Swedia. Setelah sempat berada di atas wilayah Swedia, RC-135 berbalik ke selatan mencapai wilayah udara internasional sebelum memasuki wilayah udara Swedia off Öland. (baca: Sepasang F-22 dan F-15 Cegat Empat Bomber Rusia)
Saling cegat antara pesawat Amerika dan Rusia memang kerap terjadi. Kawasan Baltik menjadi wilayah paling sering menjadi ajang pertemuan kedua pihak. (baca: Flanker Rusia Intersep RC135U, Insiden Paling Bahaya Pasca Perang Dingin).
Pelanggaran wilayah udara Swedia yang cukup sering. Dan, kadang-kadang mereka tidak menghadapi respons dengan jet Gripen Angkatan Udara Swedia. Tujuh pelanggaran tercatat pada tahun 2014, dan total pesawat 53 telah terbang tanpa izin di dalam wilayah udara Stockholm sejak 2009.
Sumber: theaviationist
Comments are closed.